09:47

Muhammad Ilham Irsyad Wijaya

KELAHIRAN PUTRA KAMI




Alhamdulillah

anak kami telah lahir dengan kondisi yang sehat wal afiat dan istriku juga dalam kondisi yang sehat

Selama istri ku mengandung kami selalu bertanya - tanya bagaimana anak kami kelak setelah lahir dan akhirnya terjawab dengan kelahirannya walaupun waktunya lebih 1 minggu dari perkiraan kelahiran, kami sekeluarga sangat bersyukur dengan kelahirannnya dan kami sekeluarga mohon doanya semoga menjadi anak yang patuh kepada orang tuanya dan menjadi anak yg teguh pendiriannya terhadap agama islam dan kuat imannya, amin

di bulan bulan mendekati kelahiran, kira-kira 5-6 bulan gerak janin begitu aktif, dipegang-pegang dia gerak nendang-nendang kadang istriku sampai kaget. pernah saat itu kami hendak pulang ke mertua di jalan sampai rumah dia gerak terus, aku yang didepan sampai terasa. dan saat yang paling berkesan saat saya ajak istri nonton sang pencerah mulai kita duduk sampai filmnya habis muhammad gerak terus seperti kegirangan.

diumur 9 bulan kurang seminggu, kita pindah dari kos-kosan ke rumah mertua karena saya ingin istri saya selalu ada yang jaga disaat hamil tua, sewaktu saya kerja. Hampir sebulan kami menunggu kehadiran keluarga baru kami, dalam waktu itu istriku hampir stres karena belum ada tanda tanda bayi akan keluar dan dia sering ditanyain "kapan lahir lama banget".

Pada hari minggu pagi kami jalan - jalan (naik motor) keliling-keliling kelurahan dan kami beli susu sapi pulang . sampai di rumah istriku melihat ada bercak darah langsung kami pergi ke bidan. Setelah diperiksa ternyata sudah BUKAAN 1. kami diijinkan pulang, sampai dirumah kami segera mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibawa sewaktu waktu ke bidan

Dan saat yang ditunggu tunggu dimulai pada pukul 09.30. perut istriku kontraksi terus tanpa terputus, akhirnya 1 jam berikutnya kami memutuskan pergi kebidan. dengan becak kami pergi ke bidan, sampai disana istriku langsung disuruh berbaring dan diperiksa sama bidannya,
"Sudah bukaan 2, Pak " jawabnya
"Ooh terima kasih, lalu apa yang harus kami lakukan?", tanya ku
"tenang saja pak, ibu rileks saja, ya. saya kebelakang dulu." jawabnya sambil pergi

kontraksi perut istriku masih terasa dan kadang kadang tambah kenceng. pukul 11 malam istriku semakin kesakitan, lalu kakakku pergi panggil bidan. selang 5 menit istriku diperiksa lagi dan ternyata sudah bukaan 4. wah aku terkejut sekali cepat sekali bukaannya. tapi rahim istriku bengkak karena waktu kuntraksi di ejan.
"Pak, Ibu diingatkan tidak boleh mengejan dulu, kalo kontraksi ambil nafas panjang dan keluarkan lewat mulut" saya diingatkan.
"ya,ya. " jawabku hanya itu karena aku sendiri panik lihat istriku kesakitan terus, tapi tetep aku berusaha tenang.

Dan akhirnya pukul 12.40 rahim istriku sudah bukaan 8 dan akan segera melahirkan. bidan langsung cepat-cepat masuk kedalam ruang pribadinya untuk memanggil teman-temannya. dari luar saya denger mereka bicara.
"hei, bangun bangun... sudah bukaan 8", pinta bidan 1
"kok cepet" jawab bidan 2 keheranan

langsung 3 bidan masuk ruang melahirkan untuk persiapan, ada yang ambil pelindung badan, ada yang ambil sarung tangan dari karet, dan ada yang tanya "persiapan ibu dan bayi sudah siap pak", "Sudah" jawabku sambil keluar ruangan dan mengambil tas yang penuh dengan keperluan bayi lalu saya serahkan ke kakak saya untuk membantu persiapan bidan

pukul 1.00 pagi istri diperiksa ternyata sudah bukaan 10 dan bayinya sudah siap untuk keluar. tapi denyut jantung bayi kami terdengar lemah dan ketuban yang keluar berwarna kuning. dengan cepat bidan 1bilang" Bantu Oksigen, Bantu Oksigen"
bidan 2 langsung mengambilkan oksigen dan segera kupasang ke hidung istriku. bidan 1 tetep periksa denyut jantung anakku, setelah denyutnya kembali cepat dan kuat.
bidan 1 " ayo bu siap siap ngeden bu"
bidan 1 "ayo ambil nafas panjang dorong"
hmmkk hmmkk......
bidan 1 & 2 " ayo ibu terus bu, pinter ngeden ibu bayinya mau keluar"
bidan 1 "pak.ini pak rambutnya sudah kelihatan."
"yank, ayo yank yang kuat yank kurang sedikit" kata ku memberi semangat pada istriku
"ayo bu, kepala sudah keluar bu" bidan 1
Saya langsung lihat bayiku, dengan hati hati kepala bayiku ditariknya hingga seluruh tubuhnya keluar semua dan langsung diletakkan di tempat tidur, anakku langsung menangis perlahan-lahan hingga keras sekali memenuhi ruangan bersalin

Tiada hentinya kami bersyukur kepada Allah SWT. dengan kehadiran bayi kami mudah-mudahan kami tetap dan semakin besar rasa syukur kami. Aamin

1 komentar:

widi mengatakan...

terima kasih ya suamiq, engkau dampingi aq saat aq butuh, pengalaman itu tidak akan terlupakan